Hari Sabtu dan Senen diutamakan untuk pasien baru.
Pengobatan dimulai jam 13.00
Pengobatan dengan jarak jauh bisa dilakukan dengan membeli alat telenuklir.
Untuk sementara hanya ini informasi yang saya berikan kepada pembaca Blogger tentang pengobatan dengan cara terapi nuklir yang didirikan oleh Bapak Djaka Sasmita.
Sayang ketika Prof. DR. Djaka Sasmita masuk tvone , dalam acara yang terlupakan saya tak sempat menyaksikan. Sehingga tak tahu apa yang terungkap dalam wawancara waktu itu.
Yang sempat saya saksikan di pesantren waktu itu adalah:
I. Copy Jaringan
Seseorang dengan usia masih remaja datang ke situ diantar dengan sepeda motor oleh bapaknya sedang terapi nuklir copy jaringan kalau tak salah sudah ke 3 kalinya. Karena suatu kecelakaan tangan kanannya tak bisa digerakkan ketika datang pertama kali ke situ. Tapi hari itu saya lihat sikunya sudah bisa dilipat dan sudah bisa mengoperasikan HP.
II. Tumor
Seorang anak kira kira umur 7 tahun diantar kedua orang tuanya. Mereka datang dari Kebumen. Si anak menderita tumor yang bersarang di sarap mata. Seingat saya anak tersebut sudah lebih 5 hari raya datang ke situ. Datang setiap hari raya ke dua kata ibunya. Tapi ketika itu beliau membawa alat terapi nuklir yang ada kerusakan pada lampunya. Anak tersebut waktu itu sudah bisa membaca tulisan dari jarak tertentu.
III. Santri
Salah satu santri datang waktu itu. Sambil menunggui pasien, bpk Profesor memberikan arahan kepada santrinya. Kalau tak salah, yang dibicarakan waktu itu adalah tentang pembuatan modem.
Saat itu jumlah santri di pesantren tersebut hanya berjumlah 11 orang. S3 semua. Karena memang untuk menjadi santri di pesantren tersebut harus sudah lulus S3. Apapun bidang ilmunya.


